SMA 1 Wonosobo

SMA 1 Wonosobo
Tempat Penulis Memulai segalanya

Senin, 01 September 2008

Kesulitan Ekonomi Majalah Kita

Setelah mengadakan rapat pleno bulan agustus kemarin, Pak Pimred berkeluh kesah mengenai kondisi majalah tercinta ini kepada saya, Sang PU.
“Akhir-akhir ini majalah kita mengalami kesulitan keuangan, Bung PU,” katanya.
Beliau mengatakan bahwa kalau begini terus majalah tersayang kita akan bangkrut. Wah, sang PU langsung syok. Sang PU juga merasa bersalah pada para penggemar bila majalah kita terpaksa harus gulung tikar.
Dan besoknya Pimred kita malah jatuh sakit karena stress (meskipun selama ini dia memang selalu stress). Beliau mengatakan kita harus mendapatkan dana untuk menjaga kelangsungan majalah ini.
Sungguh memalukan para pembaca, sebenarnya majalah kita ini punya hutang yang sangat banyak kepada rentenir bernama Sapto. Jumlahnya sangat besar sehingga tidak bisa dihitung dengan jari: 100 rupiah!
Jumlah yang sangat mengerikan kan pembaca? Saking banyaknya sampai tidak bisa dihitung dengan jari. Dan menurut surat perjanjian hutang, bila kami tidak bisa melunasinya dalam waktu 2 detik sejak anda membaca postingan ini, maka kami akan dikenakan bunga 1 mega milyar trilyun rupiah ditambah hutang semula, 100 rupiah!
Semua ini tentu saja membuat sang PU dan Pak Pimred stress berat. Bunga 1 mega milyar trilyun mungkin dengan mudah bisa kami lunasi, tetapi uang 100 rupiah yang menjadi awal hutang kami terasa sangat memberatkan dan menguras ketampanan sejati kami. Namun karena ketampanan kami sangat pol, jadi problem ini tidak cukup berat untuk membuat kami kurang tampan.
Oleh karena itu kami dengan berat hati meminta agar para pentholet bersedia untuk menyumbangkan sedikit uang anda ke rekening kami di BCA dengan nomor rekening 23313133323xxx, dijamin nyasar, terima kasih.

Tidak ada komentar: